Badai pasti berlalu di Phuket

Memang dasar anak muda yah yang katanya tenaga masih full dan tekad sekuat baja. Itu juga yang terjadi dengan Saya dan Mega 4 tahun lalu waktu kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Phuket. Kalau dihitung dengan detail mungkin harga tiket direct flight Jakarta – Phuket dengan Air Asia hanya beda sedikit ditambah dengan waktu yang bisa lebih banyak untuk explore daerah bagian selatan dari Thailand itu. Namun karena, ya itu tadi, namanya anak muda jadi kita memilih pilihan yang terlihat lebih menantang.

Jadilah hari itu, kami bermalam atau istilahnya “ngampar” di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) karena penerbangan dari Kuala Lumpur ke Phuket pagi buta keesokan harinya. Pilihan untuk stay di bandara karena untuk menghemat biaya penginapan dan kami memilih flight malam dari Jakarta ke Kuala Lumpur untuk menghemat cuti. Jadi kami kerja dulu seperti biasa. Luar biasa yah.

KLIA yang dulu bukanlah KLIA yang sekarang. KLIA yang sekarang sudah ada 2 terminal sangat luas dan juga banyak toko-toko plus spot menarik. Pada tahun 2013 itu, kami dan banyak juga traveler lain yang “ngampar” dengan beralaskan lantai yang ditutupi dengan kain yang kami siapkan sendiri. Memang sih masih diarea KLIA juga namun tidak didalam gedungnya. Jadi kami harus berjibaku dengan nyamuk super ganas dan juga petugas. Petugasnya bukan ingin mengusir kami yang numpang tidur disana tetapi karena saat itu (Saya masih ingat itu jam 2 dini hari. IYA JAM 2) ada aktifitas fogging untuk menghilangkan nyamuk disekitar bandara. Ternyata ada juga aktifitas begini yah di luar Indonesia tapi kenapa harus saat Saya disana dan saat JAM 2 PAGI (KZL).

Setelah hanya bisa tidur selama 2-3 jam saja, akhirnya pagi datang juga. Flight dari Kuala Lumpur ke Phuket itu jam setengah 7 pagi jadi masih ada waktu untuk sarapan. Pilihan tertuju pada KFC yang punya paket breakfast berbeda dari Indonesia. Rasanya enak dan cukup mengenyangkan. Ya lumayanlah untuk mengembalikan mood akibat kurang tidur. LOL.

 

20130928_234335

KFC taste is never fail

 

Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Phuket menghabiskan waktu kurang lebih 90 menit. Waktu yang cukup untuk tidur pulas membalas kekurangan tidur malam sebelumnya. Sesampainya di bandara Phuket International Airport (PIA) kami langsung bergegas mencari angkutan. Saat itu kami menggunakan mini van menuju penginapan yang terletak di pusat kota.

Ternyata antara bandara dan pusat kota itu cukup jauh dan memakan waktu 30 – 45 menit. PIA berada sejauh 32 KM dari pusat kota dan perjalanan ini melewati perbukitan dan juga rumah penduduk di kanan dan kiri jalan. Kok berasa sedang di jalan pantura yah saat itu? Haha.

P1020027

P1020036

Hostel yang kami tumpangi itu berada dekat dengan Pantai Patong bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Selain dekat dengan Pantai Patong kawasan ini strategis karena sepanjang jalan banyak tersedia tempat makan dan convenience store. Senang.

Phuket merupakan pulau terbesar dari kumpulan pulau disebelah selatan Thailand ini. Banyak pulau kecil di sekitar Phuket yang bisa dijelajah seperti  Ko Lone (Ko berarti pulau), Ko Maprao, Ko Naka Yai, Ko Racha Noi, Ko Racha Yai, dan Ko Sire. Selain menikmati pantai, kamu juga bisa menikmati city tour di old town, olahraga Muai Thai ditempat asalnya, dan datang ke pertunjukan yang paling tersohor disini : Simon Cabaret show. Show musical ini katanya bisa membuat wanita yang menonton merasa minder karena most of performer itu lady boy. Lady boy adalah istilah lazim di Thailand untuk pria dengan wujud wanita. Cantiknya ampun!

 

Hasil gambar untuk simon cabaret show interest

Diambil dari Phuket.com

 

Show ini dimulai pada pukul 6 PM, 7.30 PM dan 9 PM. Sayang waktu kesana, Mega, travelmate Saya sedang tidak enak badan jadi batal deh. Sebagai gantinya, malam itu kita menjelajah Phuket Night Market.

Banyak yang bisa ditemukan disini. Mulai makanan aneka rupa, printilan lucu-lucu sampai camilan untuk dijadikan oleh-oleh.

Bila menghabiskan waktu cukup lama di Phuket, kamu juga bisa “nyebrang” ke provinsi sebelah yaitu Phi Phi Island dan juga Phang Nga Bay. Bagi kamu pecinta film James Bond pasti tahu kalau Phang Nga Bay adalah salah satu spot film yang berjudul “The Man with the Golden Gun”. Tempat ini luar biasa indahnya jadi tidak heran kalau kedua tempat ini sering dijadikan destinasi untuk berbulan madu. Go googling your self to find out more.

Karena Saya hanya menghabiskan total 2 hari 1 malam saja di Phuket jadi pilihannya jatuh pada mengikuti 1 day tour untuk berkeliling menggunakan perahu boat. Banyak pilihan tour yang bisa dipilih bergantung pada waktu, destinasi, dan tentu saja biayanya.

Apapun paket tournya biasanya akan termasuk biaya pick up dan drop off di penginapan sehingga kita sebagai peserta cukup duduk manis. Hari itu, sepertinya bukan hari yang baik karena dari pagi saat matahari terbit langit tidak bersahabat. Mendung.

 

P1020085

Kebayangkan badainya kalau langitnya gelap begitu -.-

 

Sampai di dermaga, kami dikumpulkan di tempat bersama dengan peserta yang lain. Sebelum mulai menjelajah, kami dan 20 peserta yang lain disuguhkan teh hangat dan juga makanan kecil sembari diberikan apa yang boleh dilakukan dan tidak selama perjalanan.

P1020084 Saya terdiam.

Bengong.

Bukan karena melihat ada bule rusia yang super ganteng diantara peserta. Bukan juga karena ternyata mendapati bule itu tidak sendiri. Tapi karena penjelasan yang diberikan oleh pemimpin tur sesaat sebelum kami memulai perjalanan.

(Gunakan intonasi dan nada suara orang Thailand saat membaca)

“Attention! Sorry for the inconvenience.
Seeing the circumstances that might allow for a big storm then the route will be changed to avoid the things that are not desirable. The journey to James Bond Island will be canceled and replaced with safer destinations.”

Entah karena saat itu Saya dikelilingi dengan orang yang sangat religius atau memang akan ada hal yang “menantang” dihadapan kami, hampir semua orang di kapal berdoa sebelum berangkat. Bukan karena memaksa ingin ke James Bond Island tapi karena guide menyebutkan kalau mungkin kita akan menghadang badai saat perjalanan!

30 menit pertama perjalanan, ombak masih normal walaupun langit lebih gelap dari saat kami masih di pelabuhan. Dan benar saja, 1 menit kemudian kondisi berubah drastis. Hujan turun dengan lebat dan juga ombak tinggi menerjang kami dari penjuru arah. Hempasan ombak sudah membuat perahu kami goyang tidak karuan. Tidak perduli dengan bule Rusia yang duduk diseberang, Saya dan Mega berteriak kencang saat kapal menghantam ombak berkali-kali. Nyatanya tidak hanya kami yang berteriak, hampir semua peserta juga melakukan hal yang sama.

“Ya Tuhan”

“Oh My God”

“Astagfitullah”

“@#$%%&”

Demi Tuhan itu perjalanan paling mengerikan selama Saya hidup. Bagaimana tidak, sudah jauh dari rumah, hanya bersama satu orang yang Saya kenal, posisi ditengah laut, hujan deras, ombak keras menghantam plus jomblo! Pikiran Saya langsung kemana-mana saat duduk beralaskan life vest. (Red : Bukan saya melepasnya yah tetapi saya menemukan life vest yang jelek yang bisa dijadikan alas duduk.)

Namun, benar adanya istilah habis gelap terbitlah terang. Karena setengah menghadapi 30 menit yang mengerikan, kami tiba juga di persinggahan pertama. Pulau Phi Phi Leh.

Walaupun saat itu matahari masih malu dibalik awan yang tebal, nyatanya pemandangan alam yang disajikan masih sanggup membuat kami terpana.

P1020101P1020104P1020089

Kami diperbolehkan untuk terjun dan berenang sekitar kapal yang berlabuh. Namun karena saat itu Saya dan  masih mual karena mabuk laut jadi kami menikmati pemandangan dari deck kapal saja.

P1020107

P1020098

Perjalanan selanjutnya adalah Pulau Monyet atau Monkey Island. Monyet yang tinggal disini mirip dengan yang biasa Saya temui di Uluwatu – Bali. Masih saudara kali yah?

Tidak banyak waktu untuk bermain disini karena guide mengingatkan kalau monyet disini suka iseng dengan mengambil barang dari turis yang ingin berfoto atau sekedar melihatnya dari dekat.

P1020125

Selanjutnya kami ke Pulau Khai Nok. Disana kami bisa turun dari kapal dan menjelajah pinggir pantai dengan pasirnya yang putih. Selain bisa bermain ditepi pantai, bisa juga duduk leyeh-leyeh di sofa pantai yang disediakan (tentu harus membayar sewa) atau pilihan lain adalah snorkling. Claimed dari Pak ketua tur sih banyak ikan dan karang yang bisa dinikmati di bibir pantai tetapi kenyataannya berbeda. Ikan yang Saya temukan sedikit dan bukan yang warna-warni lalu karangnya pun hanya putih. Mungkin karena tidak terawat atau malah memang itu batu karang putih. Tetap loh memang Indonesia yang juara urusan bawah laut.

P102012320130928_131108P1020127P1020128

Karena cuaca masih tidak bersahabat, kami tidak bisa berlama-lama juga di Pulau Khai Nok karena ditakutkan ombak di laut menuju Phuket semakin tinggi. Jadi kami diharuskan kembali secepatnya ke Phuket untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 30 menit perjalanan pulang memang tidak sehebat saat pergi namun tetap saja jantung dibuat berdetak lebih cepat.

20130928_105551

Sesaat tiba kembali ke penginapan, betapa baiknya penjaga penginapan yang menginjinkan kami untuk mandi dan juga berganti pakaian karena malam itu juga Saya dan harus kembali ke Kuala Lumpur. Perjalanan ini luar biasa melelahkan. Waktu yang terlalu singkat, kurang puas menjelajah karena cuaca yang tidak mendukung, plus badan remuk!

P1020132.JPG

Catatan :

  1. Teliti memilih waktu. Cek ulang agar pilihan waktu yang kamu pilih tidak dalam musim yang extreme. Ternyata bulan September – Oktober adalah musim hujan di Phuket! Tak heran kalau bisa ada badai -.-
  2. Alih-alih biar irit malah ternyata perjalanan tidak efisien. Bijaklah menentukan budget selama perjalanan. Jangan karena mau murah tetapi banyak waktu terbuang dan lebih parah selesai liburan malah sakit.

       

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s